Rabu, 16 November 2016

 
 
 
 
 
 
 
BAB 1
 PENDAHULUAN
A.
     Ilmu social budaya dasar (ISBD) adalah salah satu mata kuliah kelompok mata kuliah berkehidupan bermasarakat (MBB) di prguruan tinggi.misi kelompok MBB di prguruan tinggi membantu menumbuh kembagkan : daya kritis, daya kreatif, apresiasi, dan kepekaan mahasiswa terhadap nilai-nilai social yang :
1.        bersipat demokratis ,berkeadaban, dan menjunjug tinggi nilai kemanusian, bermartabat
serta peduli trhadap pelestarian sumber daya alam dan ligkungan hidup
2.        memiliki kemampuan  untuk menguasai dasar-dasar ilmu pengetahauan, teknelogi dan seni, serta
3.        ikut beperan mencari solusi pemecahan masalah social budaya dan ligkungan hidup secara  arif
 
B.Masalah-Masalah social budaya masarakat
Masalah-masalah social dapat didefendisikan sebagai suatu kondisi yang mempunyai pengaruh trhadap kehidupan sebagian besar masarakat sebagai suatu yang tidak diinginkan atau tidak di sukai  dank arenanya dirasakan perlunya untuk diatasi atau diperbaiki. Dalam usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan trsebut manusia menggunakan kebudayaan sebagai model-model petunjuk atau sebagai resep-resepnya di dalam mengusahakan ligkungan alam dan sosialnya yang diwujudkan dalam kehidupan social di masarakart
 
 
 
 
 
 
c. Ruang Lingkup Ilmu Sosial Budaya Dasar
menurut prof. Dr. Harsja Bachitar (dalam Abbulkadir, Muhamad, 2005:1) yang mengelompokan ilmu dan pengetahuan menjadi 3 (tiga ), yaitu :
1.      ilmu-ilmu Alimiah ( natural Sciences )
2.      ilmu-ilmu social ( social sciences )
3.      pengetahuan budaya ( the humanisties )
ilmu social budaya dasar adalah bertujan untuk mengembangkan keperbadian manusia sebagai mahluk budaya yang berwawasan luas dan kritis serta dapat menyelesaikan sebuah masalah dengan baik, memahami konsep-konsep dasar tentang manusia sebagai mahluk social. Manusia sebagai mahluk social (zoon politicon) artinya, manusia sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri dan berkembang sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia lainya.
 
BAB II
KELOMPOK SOSIAL BUDAYA
A. Pengertian Sosial Budaya
Istilah social budaya merupakan bentuk gabungan dari istilah social dan budaya. Social dalam arti masarakat, budaya atau kebudayaan dalam harti sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masarakat. Social budaya dalam arti luas mencagkup segala aspek kehidupan.maka pengertian sistim social buday Indonesia dapat dirumuska sebagai totalitas tata nilai, tata social, dan tata laku manusia Indonesia yang merupakan manifestasi dari karya,rasa dan ciptan didalam kehidupan bermasarakat, berbagsa, dan bernegara bedasarkan pancasila dan undang-nundag dasar 1945.
1.      Segi kemasyarakatan
Manusia demi kelansungan hidupnya harus mengadakan kerjasama dengan sama manusia. Pengertian kemasaraatan pada hakikatnya merupakan pergaulan hidup manusia dalam keidupan masarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasip sepenanggugan dan solidaritas yang merupakan unsur permersatu kelompok social.
2.      Segi Kebudayan
Kebudayan merupakan totalitas cara hidup yang manifestasinya tampak dalam tigkah laku terlembagakan.
 
 
 
B.Bentuk Sosial Budaya
Bentuk social budaya, artinya setiap kelompok social budaya mempunyai batas-batas yang telah ditentukan bedasarkan tipe kelompok, yang membedakannya dengan kelompok yang lain.dengan demikian ada 4 macam tipe kelompok social budaya, yaitu:
1.      Tipe kelompok social budaya bedasarkan kesatuan geogerfis, seperti desa, kota, daerah aliran sungai, daerah pantai, dan daerah pergunugan.
2.      Tipe kelompok social budaya bedasarkan ikatan perkawinan dan hubungan darah, seperti keluarga dan keluarga besar.
3.      tipe kelompok soial budaya bedasarkan kepentingan yang sama, seperti kopersai, lembaga swadaya masarakat, dan yayasan.
4.      Tipe kelompok social budaya bedasarkan kesakliah professional, seperti kelompok profesi dan kelompok penguasa
 
 
C. Tujun social Budaya
Bedasarkan hakikat keilimuan, maka tujuan ilmu social budaya dasar sebagaian dari kehidupan bermasarakat adalah:
a)      Mengembagkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaran, dan kemartabatan manusia sebagai indivudu dan mahluk social dalam kehidupan bermasarakat.
b)      Menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manuia dengan landasan nilai estetika, dan moral dalam kehidupan masarakat.
c)      Memberikan landasan pengetahauan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasarakat, selaku individu dan mahluk hidup social yang beradab dalam meperatekan pengetahuan akademik, dan kehaliannya serta mampu memberikan problem solving social budaya secara bijaksana
 
 
D. Perkembangan Sosial Budaya Indonesia
Kebudayan itu telah mengalami proses perkembangan secara bertahap dan berkesimbangan yang kita konsepkan sebagai evolasi kebudayan.ada dua produk revolusioner hasil dari akal manusia dalam jaman prasajarah, yaitu:
1.      Penemuan roda untuk transpotasi
Pada mulanya, roda hanya digunakan untuk mengankat barang berat di atas batang pohan
2.      Bahasa
Bahasa adalah suara yang diterima sebagai cara untuk menyampaikan pikiran seseorang kepada orang lain
Mengenai masa prasajarah ini, ada dua pendekatan untuk membagi zaman prasajarah,yaitu:
1.      Pendekatan hasil teknelogi, terdiri dari zaman batu tua, (palaeolitikum), zaman batu tengah/madya (mestelitikum), dan zaman batu bara.
2.      Pebdekatan bedasarkan model social ekonomi atau mata pencarian yang trdiri atas:
a.      Masa beburu dan mengumpulkan makanan, meliputi masa beburu sederhana  (tradisi paleolit) dan masa berburu tingkat lanjut (tradisi epipaleolitik).
b.      Masa bercocok tanam, meliputi tradisi neolitik dan megalitik.
c.       Masa kemahiran teknik atau perundingan, meliputi tradisi semituang perungu dan tradisi smituang besi.
 
 
 
 
 
BAB III
PEMUDA DAN SOSIALISASI
A.    PENGERTIAN PEMUDA
Persoalan keuangan dan karir adalah persoalan paling utama bagi generasi muda saat ini. Menurut pandangan mereka, sebagian pemuda generasi mereka saat ini bercita-cita ingin kaya dan trkenal, dan sukses dalam karier, berbanding trbalik dengan rendahnya partisipasi pemuda di bidang politik dan kemasarakatan.
 
B. Pendidikan karakter
Pendidikan bisa dikatakn berkarakter apabila melibatkan berbagai macam komposisi nilai (nilai agama, nilai moral, nilai-nilai umum,  dan nilai-nilai kewarganegaran).secara detail pendidikan karakter memiliki nila-nilai sebagai berikut:
 
Nilai keutaman. Manusia memiliki keutaman kalau ia mengahyati dan melaksanakan tindakan-tindakan yang utama, yang membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.
 
 
 
 
Nilai keindahan. Pada masa lalu, nilai kehindahan ditafsirkan trutama pada kehindahan fisik, berupa hasil karya seni, patung, bangunan, sastra, dll. Oleh karenanya pengembangan nilai-nilai kehindahan bukan hanya merupakan sebuah proses berproduksi, dalam harti mengasilkan sebuah objek seni saja, namaun juga pengembangan dimensi interioritas manusia sebagai insane yang memiliki kesadaran riligius yang kuat.
 
Nilai Adil.jika ingin berbuat adil, manusia harus bekerja. Penghargan atas nilai kerja inilah yang menentukan kualitas diri seoarang individu. Menjadi manusia utama adalah menjadi manusia yang berkerja. Untuk itu butuh kesabaran, ketekunan, dan jerih payah.
 
Nilai cinta tanah air (patriotism).pendidikan karakter yang menamakan nilai-nilai patriotism secara mendalam tetaplah relavan, mengigat ikatan batin seseorang senantiasa terpaku pada tanah tumpah kelahirannya, dan ibu pertiwi yang membesarkannaya.
 
Nilai Demokrasi. Nilai demokarasi ini mewarisi pendidikan karakter ala Atanean. Di kota Atena dimasa lalau sudah terbiasa pemandangan para serdadu berkeliaran dengan menetang senjata .
 
Nilai Kesatuan. dalam konteks berbangasa dan bernegara di Indonesia, nilai persatuan ini menjadi dasar pendirian bagsa ini.
 
Nilai moral. Nilai moral ini oleh Socrates diacu sebagai sebuah panggilan untukmerawat jiwa. Jiwa inilah yang menentukan apakah seorang itu sebagai individu merupakan pribadi yang baik atau tidak.
 
Nilai-Nilai kemanusian. Mengahayati nilai-nilai kemanusian mengandaikan sikap keterbukan terhadap kebudayaan lain, termasuk di sini kultur agama dan keyakinan yang berbeda.
 
C.Menuju pendidikan berkarakter
Pendidiakan karaktr di lembaga pendidikan (formal) lebih banyak berurusan dengan penanaman nilai. Pendidikan karakter agar dapat disebut sebagai intrgal dan utuh mesti juga menemukan etode yang akan dipakainya, sehingga tujuan pendidikan karakter itu akan semakin terarah dan efetif.metode yang bisa digunakan untuk membantu mencapai idealisme dan tujan pendidikan karakter adalah sebagai berikut:
 
 
Mengajarkan. Untuk dapat mlakukan yang baik yang adil, yang bernilai, kita pertama-tama perlu mengetahi dengan jernih apa itu kebaikan, keadilan, dan nilai.
 
Keteladanan. Keteladan memang menjadi salah satu hal yang kalsik bagi berhasilnya sebuah tujuan pendidikan karakter.
 
Menetukan prioritas. Lembaga pendidikan pada umumnya memiliki priolitas dan tujuan dasar atas karakter yang diterapkan di lingkungan mereka.
 
Praktis priolitas. Unsure lain bagi pendidikan karakter adalah bukti dilaksanakannya priolitas nilai pendidikan karakter tersebut.
 
Refleksi. Refleksi merupakn kemampuan sadar khas manusiawI. Dengan kemampuan sadar ini, manusia mampu mengatasi diri dan menigkatkan kualitas hidupnya dengan lebih baik.
 
 
 
BAB IV
KEBUDAYAAN, PERADABAN DAN SISTEM NILAI BUDAYA
A.     Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata ‘’budaya’’, yang berasal dari kata sankerta ‘’budhayah’’, sebagai bentuk jamak dari buddhi, yang berhati budi atau akal. Kebudayaan adalah hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. Banjak defendisi tentang kebudayaan. ( coba cari defendisi-defeindesi tersebut). Koentjaraningrat meberikan pengertian kebudayaan senbagai ‘’keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu’’.
a.      Wujud kebudayaan
Ralp linton membaginya menjadi wujud phisik dan non phisik. Sedagkan koentjaraningrat membaginya ke dalam tiga wujud, yaitu wujud ideal: yaitu kokpelks ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan dan sebagainya yang berfungsi mengatur, mengedalikan dan memberi arah kepada kelakuan manusia, serat perbuatan manusia dalam masarakat, maka sering disebut ‘’adat tata cara’’
b.      Wujud system social : yaitu komplelks kelakuan berpola dari manusia dalam masarakat.
c.       Wujud kebudayan fisik, yaitu benda-benda hsil karya manusia, misalnya pabrik, komputer, candi Borobudur dan lain.
 
B.      Perwujudan kebudayaan
Dimana-mana manusia itu pada dasarnya adalah sama, karena manusia dibekali oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan dan kehendak di dalam jiwanya. Yang mebedakannya adalah perwujudan menurut keadaan, waktu, dan tempat, atau perwujudan budaya dengan menekankan pada akal, perasaan, dan kehendak sebagai kesatuan, atau hanja menekankan pada akal, perasan, dan kehendak sebagai kesatuan, atau hanja menekankan pada akal saja (ratio), dangan mengabaikan perasan.
          Menurut sutan takdir alisyahbana, apabila perwujudan budaya itu penekanya  pada akal (mind),maka akan menimbulkan tingkat peradaban yang berbeda.
 
C.      Sistem nilai budaya
Nilai adalah segala sesuatau tentang yang baik atau yang buruk. Nilai adalah segala sesuatu yang menarik bagi manusia sebagai subjek. Nilai adakah perasan tentang apa yang diinginkan ataupun yang tidak di inginkan, atau apa yang boleh dan yang tidak boleh.
      Ahli antropologi kluckhohn, membagi system nilai budaya ke dalam lima masalah :
1.      haKekat hidup manusia
2.       hakekat karya manusia
3.      Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
4.      Hakekat hubungan manusia dan alam
5.      Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB V
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A.penganatar
Kasih sayang sudah kita kenal sejak anak lahir dan bahkan sejak anak ada dalam kandungan.cinta kasih orang tua terhadap anak itu adalah cinta yang disertai dengan kasih sayang.cinta kaih itu diberikan secara tulus dan ikhlas seolaholah anak itu merupakan bagain dari dirinya sendiri.seoramg sering berpendapat bahwa belas kasih atau cinta itu di atas keadilan. Makasud dari pendapat  tersebut adalah bahwa prilaku yang digerakan oleh keadilan.
B.        Pokok Bahasan
1.      Arti, hubungan, ungkapan cinta kasih
a.      Arti cinta kasih
Cinta kasih merupakan paduan dua kata yang mengandung arti psikologi yang dalam, yang sulit didefndisikan dengan ragkaian kata-kata.cinta kasih bersumber pada unsure rasa, yang merupakan ungkapan perasan, didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tigkah laku dan di pertimbangkan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab.
 
b.      Hubungan cinta kasih
Ada beberapa macam hubungan cinta kasih sebagai berikut:
·         Cinta kasih antara orang tua dan anak.
·         Cinta kasih antara pria dan wanita.
·         Cinta kasih antara sesama manusia.
·         Cinta kasih antara manusia dan tuhan
·         Cinta kasih manusia terhadap lingkungannya
 
c.       Ungkapan cinta kasih
sebagaiman telah dikemukapkan sebelumnya bahwa  cinta kasih adalah ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan tigkah laku, seperti, denagan kata-kata atau pernyatan, dengan tulisan, dengan gerad, atau dengan media lainnya
 
2.    Cinta kasih antara orang tua dan anak
Cinta kasih ini bermula dari sesorang ibu terhadap anaknya. Seorang anak yang sedang menyusui anaknya adalah gambaran tentang ketulusan dan cinta kasih. Tugas penting keluarga adalah mengasuh dan membesarkan serta mendidik anak, maka sebenarnya ibu adalah tokoh utama dalam unit social terkecil itu.
 
3.    Cinta kasih antara pria dan wanita
Cinta kasih antara pria dan wanita merupakan titik awal timbulnya keluarga sebagai unit masarakat terkecil dan berkembang biak umat manusia di muka bumi ini.cinta kasih antara pria dan wanita yan dewasa (akil baling) merupakan kodrat yang tidak dapat dimunykiri, dan harus ada.
 
4.    Cinta kasih antara sesama manusia
Cinta kasih anatara sesama manusia dilandasi oleh ras belasan kasihan.cinta kasih yang dilandasi belas kasihan merupakan dasar untuk menipatkan kebersamaan, perdamaian, dan saling menhargai.kebersamaan yanag kita maksudkan adalah kebersaman secara kodrati, manusia diciptaian tuhan dan dibekali dengan hak asasi yang sama.
 
5.    Cinta kasih anatara manusia dan tuhan
Kecintaan manusia kepada tuhan  tidak dapat dipisahkan dan kehidupan manusia. Manusia adalah mahluk ciptaan tuhan, karena itu manusia takut kepada tuhan. Jika manusia mengabaikan printah tuhannya, ia akan eperoleh murka.vinta kepada tuhan menurut ajaran agama adalah takwa dan mengabdi kepada tuhan artinya menuruti perintahNYA. Yang paling mulia disini tuhan adalah orang yang takwa kepadaNYA.
 
6.    Ada tiga macam cinta yaitu:
a.   Cinta philia, yaitu cinta manusia kepada tuhan.
b.   Cinta philia, yaitu cinta dalam keluarga.
c.    Cinta eros/Amor ialah antara pria dan wanita.
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB VI
MANUSIA DAN KEADILAN
A.Pengantar
Setiap manusia pastilah mendambakan keadilan, Karen keadilan merupakan suatu yang sangat esensial di dalam kehidupan insane beradap. Keadilan selalu mengandung unsure ‘’penghargan’’ dan ‘’penilaian’’, oleh karena itu keadilan selalu dilambangkan dengan ‘’neraca keadilan’’. Prof. Subekiti SH mengemukapkan pendapat bahwa keadilan berasal dari tuhan, tetapi manusia diberi kecakapan untuk meraba atau merasakan keadaan yang dinamakan adil itu.
B.keadilan
Keadilan merupakan dambaan setiap insane tetapi kenyataannya lebih banyak orang yang mengatakan, bahwa dirinya telah berbuat adil tanpa melihat apakah adilnya itu telah dirasakan orang lain.
1.      Pengertian keadilan
a.      Aristoteles
Menurut Aristoteles keadilan adalah kelayakan dalam tidakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai tirik tengah diantara kedua ujung ekstrem (diantara dua kutup), yakni ujung yang terlalau banyak dan ujung yang trlalu sedikit .
 
b.      Plato
Plato memproyeksikan keadilan pada diri manusia, sehingga orang dikatakan adil apa bila orang itu mampu mengendalikan diri dan perasaanya dengan akalnya (dengan rasionya).
 
c.       Socrates
Menurut Socrates, keadilan trcipta bilamana setiap warga Negara telah merasakan, bahwa pemerintah telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
 
d.      Kong hu chu
Kong hu chu ‘’keadilan itu terjadi apa bila anak sebagai anak, bapak sebagai bapak, dan raja sebagai raja, masing-masing melaksanakan kewajibannya.
 
e.      Charles E. Merriam
Menurut meriam ‘’keadilan Terwujud dengan sisteam dimana terhadap saling pengertian dan prosedur-prosedur yang meberikan kepada setiap orang apa yang telah disetuji dan telah diangap patut.
 
f.        Prof.I. R. Poedjowojoto
Secara umum keadilan adalah’’ pengakuan dan perlakuan terhadap hak yang sah’’.
 
g.      Keadilan menurut ajaran agama
Agama mempunyai ajaran-ajaran tentang keadilan. Pelangaran terhadap salah satu atau sebagian besar terhadap larangan-larangan agama dan berakibat dosa, misalnya koropsi, menumpuk kekeyaan yang sebenarnya hasil pengambilan tidak sah dari milik orang lain (trutaman mereka yang lemah dan tidak tahu haknya.)
 
h.      Keadilan dan hasil seni
Itulah sebabnya maka peritiwa-persitiwa keadilan dapat menimbulkan dava kreativitas para seniman untuk menciptakan karya seni, sehingga banyak kita jumpai hasil-hasil seni yang mengekspresikan keadilan.
 
2.      bebagai macam keadilan
a.      keadilan legal atau keadilan moral
plato berpendapat bahwa dan hukum merupakan substansi rohani umum dan masarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya.dalam suatu masarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The man behind the gun).
 
b.      Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilaman hal-hal yang tidak sama diperlukan secara sama dalam hal yang tidak sama secara tidak sama(Justice is done when equals are treated equally).
 
c.       Keadilan komutatif
Keadilan bertujan memelihara ketertiban masarakat dan kesejateran umum.pengertian keadilan itu merupakan asa pertalian ketertiban dalam masarakat.
 
3.      Keadilan sebagai kebutuhan naluri manusia
Johan loke mengemukapkan bahwa manusia itu mempunyai hak-hak alamiah yang dimilikinya semejak lahir. Hak alimiah ini:
1.      Hak akan hidup.
2.      Hak akan kebebasan atau kemerdekan.
3.      Hak akan milik, hak akan milik sesuatu.
 
Hak- hak yang tibulo dengan adanya hak-hak azasi itu antara lain:
1.      Personal right
2.      Property right
3.      Rights of legal equality
4.      Political right
5.      Social and culture
6.      Procedure right
 
4.      Pengertian keadilan social
Sila kedua dari ke lima dari pancasila merupakan seragkain kata yang mempunyai arti tersendiri. Keadilan mempunyai satu arti yaitu social justice, yang sangat berhubungan denagn suatu isme, ajaran atau pandangan kata keadilan social dan kemanusiaen yang adil dan beradab mengandung makan gotog-royang.
Keadilan social dalam kehidupan bagsa Indonesia dapat dijumpai pada ungkapan-ungkapan jawa sebagai berikut:
·         Teposaliro
·         Sopo gawe nganggo, sopo nandur nguduh
·         Ngono yo ngono, nanging mbok ajo ngono
·         Tego larane, ora tega patine.
·         Wong temen tumenen, wong salah saleh
 
 
 
 
 
 
BAB VII
MANUSIA DAN TANGUNG JAWAB
A.                 PENGANTAR
Hidup manusia di samping sebagai mahluk tuhan dan mahluk individu, juga merupakan mahluk social, hidup dalam lingkungan masarakat. Diantara interaksi social manusia di beri tangung jawab, ia di samping memiliki hak juga memiliki kewajiban, dituntut adanya pengabdian dan pengerobanan.
     Tangung jawab adalah cirri manusia beradab. Manusia merasa adanya tangung jawab karena ia menjadari akaibat baik atau buruk perbuatan itu, dan menjadari pula bahwa pihak lain memerlukan pergabdian atau pengerobannya.
 
 
B.                  Tangung jawab
1.      Pengertian tangung jawab
Pengertian menurut ensikplopedi umum adalah ‘’kawajiban dalam melakukan tugas tertentu’’. Menurut WJS. Poerwodarminto, tangung jawab adalah yang menjadi kewajiban (keharusan) untuk dilaksanakn  di bahas dan sebagainya.
Sedangkan menurut Drs suyadi MP dalam bukunya ilmu budaya dasar, menyatakan: tangung jawab adalah kesadaran manusia akan tigkah laku atau perbuatanya yang sengaja maupun yang tidak sengaja , tangung jawab juga berharti berbuat sebagai perwujudan kesadran akan kewajibannya.
Dari segi filsafat, suatu tangung jawap itu sangat sedikit di dukung oleh tiga unsure, yaitu:
(1). Kesadaran = cosciouness
(2). Kecintaan = love, affection
(3). Keberanian = courage, bravery
 
2.      Macam atau jenis tangung jawab
a.      Tangung jawab terhadap diri sendiri
b.      Tangung jawab terhadap manusia atau masarakat
c.       Tangung jawab terhadap linkungan
d.      Tangung jawab terhadap tuhan
 
3.      Pengabdian
Pengabidan adalah perbuatan baik yang berupa pikiran pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan mungkin kepada pimpinan, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dimana semuanya itu dilakukan dengan penuh ikhlas.
 
a.    Pengabdian kepada tuhan
Pada hakikatnya manusia hidup bekeluarga dan udah tentu dalam hidupnya keluarga tersebut didasarkan pada cinta kasih sayang.
 
b.   Pengebdian kepada masarakat
Manusia sebagai anggota masarakat tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, setiap orang saling membutuhkan, tolong menolong baik secara sadar maupun tidak disadari.
 
c.    Pengabdian kepada Negara
Negara merupakan lembaga masarakat yang tersebar, sedangkan masrakat pada hakekatnya adalah bagian dari satu bagsa atau warga Negara suatu Negara.
 
d.        Pengabdian kepada tuhan
Manusia sebagai mahluk tuhan tidak ada existensinya dengan sendirinya, tetapi keberadaban di dunia ini adalah sebagai mahluk ciptan tuhan.
 
4.      Pengorbanan
       Pengerobanan berasal dari dari kata korban yang artinya memberikan secara ikhlas dalam ujud-ujud tertentu seperti : harta, benda, waktu, tenaga pikiran bahkan mugkin jawa demi cintanya atau ikatannya denagan sesuatu demi kesetiaan, kebenaran.
 
5.      Kesadaran
        Kesadaran adalah keninsafan akan perbuatan nya. Sadar artinya merasa, tahu atau ingat (kepada keadaan yang senenarnya), keadaan ingat akari dirinya, ingat kembali (dari pigsan), siuman, bangun dari tidur), ingat, tahu dan mengerti, misalnya rakayat telah sadar akan politik.
         Jadi kesadaran adalah hati yang telah terbuka atau pikiran dan perasan dimana telah terbuka tentang apa yang telah dikerjakannya.
         Kesadaran moral dikatakan merupakan keterbukan hati atau pikiran  akan menhargai hak-hak dan kewajiban orang lain, untuk berbuat yang tidak melangar hak dan kewajiban orang lain.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB VIII
MANUSIA DAN PENDERITAAN
 
A.     Pengantar
         Manusia selama hidupnya pernah mengalami perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan,tiadak enak, rasa sakit dan siksan ini disebabkan manusia mempunyai perasan atau pikiran pad umumnya perasan itu tidak dikehendaki oleh manusia, toh manusia dengan sengaja merasakan sesuatu yang tidak menyenagkan .
 
B.     Penderitan
1.      Pengertian penderitan
      Penderitan mempunyai kata dasar derita yang berasal dari kata dhra (bahasa sansekerta), yang berarti menahan atau menangung. Penderitan adalah beban phisik atau jiwa manusia yang dapat menekan diri manusia. Pendapat Franklien J. Meine menjatakan bahwa penderitan (suffering) adalah keadaan yang berhubungan dengan rasa sakit, tak menyenagkan hati, menderita rugi, dan suka menderita.
 
2.      Sumber penderitaan
Manusia sebagai mahluk hidup mempunyai banyak dimensi yang semua dimensi merupakan satu kesatuan utuh. Ini menurut pandangan monopruralisme, yang memandang manusia mempunyai banyak aspek sebagi  satu kesatuan yang monodualis.
     Apa bila dikelompokan secara sederhan bedasarkan timbulnya penderitan, maka penderitan manusia itu dapat diperinci sebagi berikut:
 
a.      Penderitaan yang timbul akibat perbuatan buruk manusia.
b.      Penderitaan karena penjakit.
c.       Penderitaan karena siksan atau azab tuhan.
 
3.      Rasa sakit
     Rasa sakit merupakan bagian dan penderitaan manusia. Rasa sakit adalah rasa tidak enak bagi penderitanya.rasa sakit dapat timbul karena adanya ganguan pada tubuh manusia atau karena suatu penyakit.
 
a.      Sakit phisik
Rasa sakit phisik adalah perasan tidak enak pada organ manusia. Dimana organ tubuh manusia yang mengaklai sakit dapat dipriksa (siamati) secara jelas melalui cara medis kedokteran.
 
b.      Sakit syaraf dan jiwa
        Sakit syaraf dengan sakit jiwa dipandag masarakat sebagai penyakit yang sama. Sevara ilimah sakit jiwa diistilahkan piskologis. Sakit sharaf merupakan katidak atau kurang normalnya fungsi sel-sel syaraf dalam melakukan tugasnya.
 
 
1). Gangguan pengamatan
          Gangauan pengamatan merupakan kesalahan-kesalahan alam menggolongkan hasil-hasil pengamatan manusia terhadap dunia sekitarnya.
    Gangguan pengamatan meliputi:
a.      Astenia
     Asthenia adalah gangguan pada syaraf peraba dalm menerima sitimulus melalauwi kulit, misalnya tidak mampu merasakan panas, dingin, kehausan.
b.      Agnosia
      Agnosia merupakan gangguan pada syaraf indra, sehingga mata tidak dapat berfungsi untuk melihat.
c.       Iliusi
       Iliusi merupakan kesesatan persepsi dengan menerima bayangan atau kesan yang menyesatkan, misalnya fatamorgana di pandamg pasir dikira sumber air.
d.      Hallusinasi
       Hallusinasi merupakan kesalahan pengamatan dengan mengkayalkan bayangan seolah-olah ada sitimulus, misalnya orang merasa dikejar-kejar orang lain, oaring yang baru membunuh orang lain merasa dikejar-kejar almarhumnya.
e.      De Ja vu
       De ja vu merupakan pemalsuan ingatan sehingga keliru untuk mengingat sesuatu kesan yang ada dalam jiwa.
f.        Jamiais vu
       Jamiais vu merupakan ketidak mampuan syaraf dalam mengenal  objek, missal karena kurang konsentarsi atau perhatian terpencar-pencar tidak mamou menyenali objek tertentu.
g.      Isomnia
               Insomnia merupakan gangguan pada syaraf mata dengan geja sulit tidur atau ntidak dapat tidur nyenyak
2). Gangguan fungsi-fungsi jiwa
 
 
 
 
 
 
BAB IX
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
A.  Pengantar
Kegelisahan berasal dari kata “gelisah”, artinya rasa tidak tenteram hati, tidak tenang, merasa cemas dan khawatir.
Kegelisahan itu timbul karna perbuatan sendiri atau karna perbuatan, keadaan diluar diri manusia, yang memberi pengaruh psikologis yang merugikan terhadap harta kekayaan, jiwa atau badanya martabat dan harga diri.
B.  Kegelisahan
1.      Jenis-jenis kegelisahan
Sigmund Frued membedakan kegelisahan menjadi tiga bagian, yaitu : kecemasan obyektif, kecemasan neurorik, kecemasan normal.
a.       Kecemasan obyektif
Sering pula dinamakan kecemasan kenyataan, yaitu kecemasan yang disebabkan adanya bahaya dari luar, misalnya anaknya sakit dalam keadaan koma, kemungkinan anaknya diculik dan lain-lain.
b.      Kecemasan Neurotik
Kecemasan ini timbul karana pengamatan tentang bahaya dari naluriah (syaraf).
Kecemasan sysraf ini disebabkan karna:
1.    Cemas karna penyesuaian diri dengan lingkungan, sehingga takut akan bayanganya sendiri atau pada idenya sendiri. Misalnya takut ditempat baru nanti tidak mempunyai teman, atau kemungkinan ditempat baru orang-orangnya jahat.
2.    Rasa takut irasional atau phobi. Rasa takut ini mudah menular sehingga kadang-kadang tanpa alasan dan hanya karna pandangan dilanjutkan dengan khayalan yang kuat menimbulkan rasa takut.
3.    Rasa takut yang lain, seperti gagap dan sebagainya. Misalnya orang itu hanya bisa bernyanyi atau berbicara didepan umum, tiba-tiba mendapa giliran undian untuk nyanyi dipanggung, sehingga dia gugup.
 
c.       Kecemasan moral
Setiap individu mempunyai bermacam macam emosi, seperti: iri, dendam, dengki, benci, takut, gelisah, cinta, rasa kurang dan lain-lain. Iri dan sebagainya tidak cukup sebagai berasalasan, artinya hanya memendang dirinya sendiri (egoism).  
 
2.      Ketidak pastian
Ketidak pastian berasal dari kata “tidak pasti”, artinya tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal usul yang jelas.
 
3.      Keterasingan
      Keterasingan berasal dari kata “terasing” artinya tersisih, terpisah, terpencil, dari pergaulan masyarakat baik-baik. Keterasingan artinya keadaan yang membuat tersisih. Terpencil dari pergaulan masyarakat baik-baik, yang menyebabkan orang-orang berada dalam keadaan keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.
 
4.      Kesepian
Kesepian berasal dari kata “sepi” artinay sunyi, tidak ada orang, tidak ada apa-apa, kesepian artinya kesunyian, merasa sunyi, merasa tidak berteman, merasa tidak didampingi orang, merasa tidak punya apa-apa. Kesepian membuat manusian gelisah, karna menyentuh nilai-nilain kemanusiaan, harkat dan martabat manusia. Kesepian yang dimaksud disini ialah kesepian dalam arti psokologis yang dalam, yang sangat berpengaruh pada jalan hidup manusia.
 
C.  Contoh dalam kehidupan
1.      Ibu rini tidak bisa tenang, makan terasa lilin minum terasa duri, duduk tak tenang, berdiri juga tak tenang, sebentar-sebentar melihat kejalan kerna anaknya yang bersekolah di TK yang biasanay itu jemputan umum yang disediakan sekolah, kali ini tidak terbawa.
 
 
 
 
BAB X
MANUSIA DAN HARAPAN
A.    Pengantar
Setiap manusia yang normal mempunyai cita-cita dan harapan dalam hidupnya. Ini berarti bahwa ia ingin hidup dengan segala kesadaran ingin menbina hidupnya agar selalu meningkat martabatnya. Dalam istilah teknis psikologis hal ini disebut “merealisasikan diri (self relazation), artinya manusia berusaha mengembangkan dirin ya, sehingga hidupnya meningkat dan menjadi lebih baik serta dapat membantu dan memperkaya linglunganya.
 
B.     Pokok bahasan
1.      Kebutuhan dan harapan
Selama masih hidup, setiap orang selalu ada perasaan berharap, baik secara negatif maupun secara positif dalam arti tidak melanggar norna-norma agama, hukum maupun norma-norma masyarakat.
Harapan berasal dari kata harap, yang berarti keinginan sebelum sesuatu itu terjadi. Yang mempunyai harapan itu hati, jadi putus harapan berarti putus asa.
Contohnya: seseorang mahasiswa yang selalu memperhatikan dosenya, mengerjakan semua tugas yang diberikanya, selalu hadir setiap kali kuliah dengan harapan memperoleh nilai yang baik.
      Perbuatan atau tindakan yang  mengandung motif, merupakan tindakan yang mempunyai pengharapan, artinya bahwa tindakan-tindakan itu ditujukan pada suatu titik sasaran akhir, yaitu suatu hasil sebagai imbalanya, imbalan dari segala usaha, jerih payah yang telah dillakukannya.
Unsur- unsur kepribadian pokok yang khususnya menyangkut tentang:
1.      Kebutuhan organik diri sendiri
2.      Kebutuhan serta dorongan psikologis dari diri sendiri
3.      Kebutuhan serta dorongan organik serta psikologis sesama manusia diluar diri sendiri.
Memgenai kebutuhan individu, dapat dijabarkan sebagai berikut :
a.       Kebutuhan organik individu meliputi:
1.      Makan dan minum
2.      Istirahat dan tidur
3.      sex
4.      Keseimbanagan suhu
5.      Bernafas
6.      Buang hajat
 
b.      Kebutuhan psikologis individu, meliputi:
1.      Bersantai
2.      Kemesraan dan bercinta
3.      Kepuasan altruistic
4.      Kepuasan ego
5.      Kehormatan
6.      Kepuasaan dan kebanggan mencapai tujuan
2.      Percaya diri
Percaya diri merupakan kemampuan meliputi kemampuan fikiran, dan kemampuan fisik. Kemampuan fikiran terhubung melalui pendidikan, sedangkan kemanpuan fisik berkenaan dengan tenaga, baik tenaga sendiri maupun tenaga bantuan orang lain, dan menggunakan alat-alat bantu (teknologi).
Makin baik tingkat kemampuan seseorang, makin tinggi pula tingkat kepercayaan diri, sehingga makin dekat pula kemungkinan bahwa usahanya akan berhasil.
      Kemampuan dan sikap percaya diri membuat manusia kreatif, imajinatif dan penuh inisiatif.
3.      Gairah mengatasi kesulitan
Harapan selalu dilatar belakangi oleh masalah kehidupan, fokusnya adalah kebutuhan hidup, kemakmuran, kebaikan, disertai dengan usaha, sebab tidak semua dapat dicapai dengan mulus, melainkan banyak rintangan dan hambatan yang menghadang dihadapanya.
      Cara meningkatkan kemampuan ini ialah:
1.      Banyak memperoleh informasi tentang keberhasilan orang-orang tertentu
2.      Banyak berkomunikasi, bekerjasama dengan orang-orang yang telah berhasil dan mempunyai banyak pengalaman, keterampilan dan pengetahuan yang luas sehingga dapat dicontoh dan memberi harapan bagi kita.
3.      Mendengar dan menghayati nasehat-nasehat yang kontruktif, yang mengandung nilai-nilai moral keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.S